Tren Cium Bibir Anak Sebagai Wujud Sayang Orang Tua, Sebenarnya Patut dan Adakah Manfaatnya?


Hasil gambar untuk cium anak
via nakita.grid.id

Serumpi.com – Kedekatan dan bentuk kasih sayang orang tua kepada anak memang begitu banyak wujudnya. Mulai dari sentuhan, pelukan, hingga ciuman dilakukan sebagai bentuk rasa cinta orang tua kepada buah hati. Namun belakangan mulai muncul tren mencium bibir anak sebagai bentuk sayang.


Hal ini mulai jadi populer sejak adanya unggahan David Beckham yang berciuman bibir dengan anak perempuannya. Hingga akhirnya potret tersebut memunculkan kontroversi di kalangan publik. Namun ia pun menuturkan bila ia melakukannya sebagai bentuk sayang pada anak dan itu sudah biasa dilakukan dalam keluarganya dan sang istri Victoria Beckham.

Tren demikian ini tampaknya mendapatkan perhatian dari para ahli. Menurut sebuah penelitian terbaru Journal of Epidemiology and Community Health dalam lansiran brilio.net. memberikan kasih sayang bisa mengurangi stres serta kegelisahan saat si kecil telah dewasa. Penelitian yang dilakukan Juli 2010 ini menyurvei 400 anak beserta sang ibu.

Rentang usia yang jadi simpatisan dalam survei tersebut adalah anak berusia 8 bulan hingga usia 34 tahun. Terbukti bahwa bayi yang dapatkan kasih sayang ibu berupa pelukan dan ciuman di usia 8 bulan akan lebih percaya diri dan tak begitu banyak gelisah. Selain itu, tak akan mudah stres di usia 34 tahun.

via wajibbaca.com

Ada pendapat lain yang memberi saran lain untuk tak lakukan ciuman bibir pada anak. Berdasarkan penjelasan Dr. Charlotte Reznick, psikolog serta dosen di Universitas California, Amerika Serikat, ciuman bibir anak bisa berakibat buruk. Alasannya, si kecil yang sering dicium bibir bisa mempraktekkan hal itu pada teman sebayanya. Tampak dari sisi anak, ini sebagai perilaku pertemanan. Tetapi dari luar tampak seperti penyerangan seksual.

Baca juga : Ketahuilah, Karaktermu Bisa Terbaca Lewat 5 Cara Membawa Tas Ini

Sementara di Indonesia sendiri kini sudah mulai jadi tren yang mengikuti budaya barat. Ada dua sisi positif yang diambil dari fenomena cium bibir anak oleh orang tua seperti yang dijelaskan oleh Ike Herdiana, M.Psi, psikolog Universitas Airlangga.

Pertama,  anak akan melihatnya sebagai bentuk kasih sayang. Anak akan merasa nyaman dan aman saat berada di dekat orang tua. Namun hubungan kedekatan anak dan orang tua itu sifatnya dinamis. Sehingga akan muncul fase dan format kedekatan yang pas untuk mereka masing-masing. Apalagi pertumbuhan buah hati akan mempengaruhi kedekatan tersebut.

Kedua, masyarakat Indonesia memiliki cara sendiri untuk sampaikan kasih sayang pada anak. Tak harus mengikuti budaya barat dengan mencium bibir si kecil. Dengan membelai kepala, menggenggam tangan, serta memeluk anak sama kualitasnya dengan tren mencium bibir anak. Ike juga menyebutkan bila kedua hal itu juga sama-sama berdampak baik bagi sang anak.

Previous articleSiap-siap Terpana, 10 Foto Perbandingan Artis saat Kenakan Kacamata dan Tidak Ini Cakepan Mana Sih?
Next articleYuk Intip 10 Foto Cantiknya Dias Kinanthi, Adik Artis yang Pernah Dikirim dalam Misi Kemanusiaan di Rusia

Komentar

komentar

Terpopuler: