Gara-gara Foto Kuda Laut Yang Melilit Cotton Bud Ini Indonesia Disorot Tajam, Ternyata Menyimpan Fakta Yang Miris


via kompas.com

Serumpi.com Data Enviromental Health Perspectives di 2015 lalu mengungkap, Indonesia berada di urutan kedua dunia menjadi negara yang mencemari laut dengan 3,22 juta metrik ton sampah plastik setiap tahunnya. Justrin Hofman mempunyai foto yang membuktikan hal tersebut. Foto ikonik yang seharusnya bicara tentang keindahan laut justru membuat banyak orang merasa resah.


Akhir tahun lalu, Hofman memimpin ekspedisi EYOS. Fotografer alam asal California tersebut menyelam di lepas pantai Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Salah seorang koleganya menunjukkan ada seekor kuda laut kecil sebesar 1,5 inchi. Angin kencang membuat kuda laut tersebut melayang. Makhluk kecil itu lantas berpegangan pada sebuah rumput laut dan kemudian, berpindah ke kantong plastik putih.

via suarantb.com

“Berikutnya yang diraihnya adalah korek kuping,” kata Hofman seperti dilansir kompas.com dari The Washington Post.

Hofman mengatakan, saat itu, ia dapat mencium serta merasakan limbah yang telah menyatu dengan air laut. Foto menyedihkan tersbeut membuat Hofman menjadi finalis dalam kompetisi Wildlife Photographer of the Year yang diadakan Natural History Museum, London.

Pada awalnya, ia berharap foto itu tak akan pernah ada. Kini, Hofman ingin semua orang bsa melihat foto hasil jepretannya.

“Saya memiliki makhluk mungil dan cantik yang sangat lucu, dan hampir seperti kita dibawa kembali ke kenyataan – bahwa ini adalah sesuatu yang terjadi pada kuda laut dari hari ke hari,” kata Hofman.

via indowarta.com

Setelah finalis Wildlife Photographer of the Year diumumkan, Hofman lalu mempublikasi fotonya di akun Instagram miliknya. Foto tersebut dibanjiri berbagai tanggapan.

“Ini foto yang saya inginkan tidak ada tapi sekarang saya ingin semua orang melihatnya,” tulis Hofman memberikan keterangan pada Instagramnya.



“Apa yang dimulai sebagai kesempatan untuk memotret kuda laut kecil yang lucu berubah menjadi salah satu frustrasi dan kesedihan saat air pasang masuk membawa banyak sampah dan kotoran yang tak terhitung,” tulis Hofman.

Pesan dari seluruh dunia mulai berdatangan mengomentari realitas laut yang ditunjukkan Hofman.

“Beberapa dari mereka merasa patah hati, beberapa di antaranya merasa frustrasi,” katanya.

“Kita benar-benar mempengaruhi lautan kita dengan kelalaian dan ketidaktahuan kita,” imbuhnya.

Previous articleBos Facebook Butuh Pengasuh Anak, Bakal Di Gaji 1,7 M Setahun, Minat ?
Next articlePunya 1 Juta Subscriber, Akhirnya Terbongkar Pendapatan Perbulan Youtuber Bayu Skak

Terpopuler: