Nggak Cuma Enak dan Banyak Digemari, Ternyata Makanan ini Juga Punya Nilai Gizi yang Tinggi

via sajiansedap.com

Serumpi.com – Ceker kerap dipandang sebelah mata oleh beberapa orang, bagian dari tubuh ayam ini memang dinilai sebagai makanan dengan kandungan kolestrol terlalu tinggi. Wajar jika beberapa orang menganggap kalau ceker tidak layak untuk dikonsumsi.

Kendati demikian, tak jarang juga lho ceker diolah menjadi makanan super enak yang banyak digerami terutama oleh kaum remaja. Perbedaan pendapat perihal kandungan ceker ini sempat menjadi tanda tanya besar, benarkan ceker ayam tak aman untuk dikonsumsi? atau malah sebaliknya?

Melansir dari healthliputan6.com, Ketua Bidang Riset Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI), Dudung Angkasa, S.Gz M.Gz, mengungkapkan, ceker ayam memiliki nutrisi yang baik bagi kesehatan. Kandungan protein yang terkandung dalam ceker ayam tidak kalah tinggi jika dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain.

Tapi mengonsumsinya harus kontinu, dan kecenderungan orang makan ceker itu kan dalam jumlah banyak. Itu baik untuk tubuh,” ujar Dudung.

Dudung juga menjelaskan jika ingin memenuhi kebutuhan protein dalam tubuh, Anda dapat mengonsumsi ceker ayam selama dua kali sehari.

Tubuh kita memerlukan pertumbuhan dan regenerasi sel. Ceker ayam dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Dudung menjelaskan.

Baca Juga: Heboh Berseteru sama Mantan Suami, Ternyata Nggak Cuma Sandy Tumiwa, 5 Hal ini Juga Ditakuti Tessa Kaunang

Tak hanya itu, Ketua Bidang Riset ISAGI, Dudung Angkasa, S.Gz., M.Gz., menceritakan kisah sebuah kampung yang mengalami gizi buruk. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 1980-an, di mana salah satu kampung di daerah Jawa Barat mengalami gizi buruk karena kesulitan bahan pangan.

via invase.com

Di sisi lain, di kampung yang berbeda dengan kesulitan yang sama, namun kondisinya berbeda. Meski kekurangan bahan pangan, mereka tetap dapat hidup dengan status gizi kurang, atau lebih baik dari kampung sebelumnya.

Setelah ditinjau, ternyata kampung yang gizi masyarakatnya lebih baik ini mengonsumsi ceker ayam,” ungkap Dudung.

Dari cerita tersebut, Dudung ingin menyampaikan bahwa tidak semua masalah kekurangan gizi harus dipenuhi dengan mengharapkan bantuan makanan dari luar.

Dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada, malah bisa mempertahankan atau justru meningkatkan status gizi dalam jangka panjang,” tutup Dudung.


Previous articleTak Terduga! Luna Maya Berikan Doa Ini untuk Ariel Noah Usai Putus dari Sophia Latjuba
Next article5 Fakta Tentang Esika Damayanti, Wanita yang Digosipkan Dekat dengan Andika Eks Kangen Band

Terpopuler: