Peneliti Ini Kembangkan Obat Tetes Untuk Mata Penderita Gangguan Penglihatan, Bye Bye Kacamata

via nationalgeographic.co.id

Serumpi.com Ini mungkin menjadi sebuah berita baik bagi anda yang memiliki mata tidak sehat. Kacamata serta lensa kontak menjadi benda lazim untuk penderita gangguan penglihatan. Mengenakan kacamata atau lensa korektif merupakan hal yang akrab dalam kehidupan mereka sehari-hari. Permasalahan mulai dari mata lelah atau kering, bingkai kacamata tak nyaman, hingga merasakan sakit kepala hampir selalu dirasakan.

Namun, kini ilmuwan berusaha menghilangkan berbagai keluhan tersebut. Mereka tengah mengembangkan sebuah obat tetes mata yang memungkinkan dapat memperbaiki penglihatan seseorang. Obat tetes mata diharapkan mampu menghilangkan kebutuhan terhadap kacamata serta lensa kontak yang mahal serta tak nyaman.

via nationalgeographic.co.id

Ilmuwan yang mengembangkan obat tetes mata tersebut bernama David Smadja, ia seorang dokter mata dari Shaare Zedek Medical Center, Israel. David menggunakan nanopartikel untuk mengoreksi gangguan pada penglihatan seseorang.

Nanopartikel adalah bidang baru yang ikut melibatkan pembentukan material serta struktur baru dalam ukuran yang super kecil, mendekati ukuran molekular. David Smadja tak bekerja sendiri. Dia dan peneliti dari Bar-Ilan University, Israel mengembangkan obat tetes mata dengan nanopartikel untuk memperbaiki penglihatan pasien rabun dekat (mata plus) dan rabun jauh (mata minus).

“Ini adalah konsep baru untuk memperbaiki masalah rabun,” kata Samdja.

via nationalgeographic.co.id

Dikutip nationalgeographic.co.id dari Jerusalem Post, namun tetes mata tersebut belum pernah diuji coba pada manusia. Tapi, percobaan klinis pada hewan laboratorium telah memastikan obat tersebut dapat bekerja dengan baik. Percobaan terhadap 10 ekor babi membuktikan bahwa tetes mata ini bisa memperbaiki masalah untuk penglihatan ringan.

Karena belum dirilis secara resmi, maka hingga kini belum ada penjelasan terkait takaran atau dosis yang bisa digunakan hingga apa saja efek samping yang ditimbulkan belum bisa diketahui.

Temuan dari Israel ini memicu banyak komentar. Salah satunya adalah Robert Honkanen, seorang dokter mata dari SUNY Stony Brook Medical School and Hospital, AS. Ia mengatakan bahwa obat tetes mata tersebut untuk saat ini belum layak karena baru terbukti memperbaiki rabun dekat dan rabun jauh pada hewan.

“Anda tidak pernah tahu dengan pengoptimalan mereka mungkin bisa memperluas jangkauan penglihatan mata,” ujar Honkanen dikutip dari Newswee.

Loading...
Previous articleKedekatan Deddy Corbuzier dengan 4 Artis Cantik Ini Diduga Hanya Setingan
Next articleGara-gara Makanan Ini, Adik Nagita Slavina Pingin Kabur dari Rumah

Terpopuler: