Warna dan Tekstur Darah Haid Menunjukkan Kondisi Kesehatan Kamu Saat Ini, Yuk Simak Penjelasannya!

haid_20160917_202931
via suratkabar.id

Serumpi.com – Haid atau menstruasi pasti dialami wanita setiap bulannya. Umumnya, darah haid berwarna merah hingga merah kehitaman. Perbedaan warna darah haid ini ternyata bukan tanpa sebab. Perbedaan warna darah haid merupakan indikasi kesehatan tubuh, terutama organ reproduksi.

Mungkin, bagi sebagian orang menganalisa darah haid akan terdengar sangat menjijikkan. Namun, menganalisis darah haid setiap bulan sejatinya adalah ritual wajib yang harus dilakukan wanita. Melalui cara ini, wanita dapat mengetahui kondisi tubuhnya secara lebih cepat sekaligus mencegah penyakit yang lebih serius.

Seperti yang dilansir dari laman vemale.com, ada warna-warna khusus pada darah haid yang mengindikasikan kesehatan tubuh. Warna-warna tersebut antara lain:

  • Warna darah haid merah terang bisa dibilang warna yang paling normal. warna ini menunjukkan bahwa tidak ada masalah pada kesehatan reproduksi maupun organ lainnya.
  • Warna darah haid lain yang sering dialami wanita adalah coklat. Warna ini menunjukkan suhu tubuh sedang dalam kondisi yang tak normal. Jika menemui warna darah haid ini, wanita harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk menghindari masalah yang lebih serius.
  • Warna darah haid lain yang mungkin terjadi adalah warna hitam. Warna ini biasanya muncul di akhir periode haid. Penyebabnya adalah darah haid yang terlalu lama berada di dalam rahim.
  • Sebagian wanita mungkin juga akan mengalami menstruasi dengan darah berbentuk gumpalan. Sebenarnya, hal ini sangatlah wajar asalkan tidak disertai dengan kram perut. Namun, jika dibarengi dengan rasa nyeri dan terjadi dalam kurun waktu lama, segera periksakan diri ke dokter karena hal ini merupakan tanda awal fibroid.
  • Warna darah haid lain yang sedikit janggal adalah warna pink cerah. Warna ini menunjukkan jika wanita sedang mengalami kekurangan zat besi atau nutrisi.
  • Terakhir adalah perubahan warna darah dalam satu periode. Jika ini terjadi, artinya keseimbangan hormon dalam tubuh sedang terganggu. Adapun penyebabnya adalah stress, perubahan pola hidup dan juga terlalu capek.

Prev1 dari 2
Klik Next untuk melihat halaman selanjutnya

Previous articleLama Menghilang, Tiba-Tiba Kabar Duka Datang dari Ulfa Dwiyanti
Next articleWow, Ternyata Tulang Orang Gunung Berbeda Dengan Tulang Orang Pantai, Simak Penjelasannya!

Terpopuler: