Puluhan Tahun Dijadikan Ganjal Pintu, Siapa Sangka Batu Ini Adalah Meteor Senilai 1,5 M

via nakita.id

Serumpi.com – Kejadian menarik terjadi di Michigan, Amerika Serikat, seorang laki-laki tidak tahu bahwa batu yang Ia pakai selama ini untuk mengganjal pintu rumah adalah pecahan batu meteor atau meteorit. Laki-laki asal Michigan tersebut tidak tahu batu meteorit yang dimilikinya seharga $100.000 atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Laki-laki yang tidak mau disebutkan namanya ini menemui Mona Sirbescu, seorang profesor di dunia geologi di Universitas Central Michigan. Ia ingin mengetahui lebih jauh tentang batu tersebut.

“Ini adalah batu yang paling berharga yang pernah aku pegang dalam hal ekonomi dan ilmu pengetahuan,” ucap Sirbescu ahli bidang geokimia, mineralogi dan petrologi.

Loading...

Pada tahun 1998, laki-laki yang berasal dari Grand Rapids membeli sebuah peternakan d Edmore, sekitar 30 mil dari Kota Mount Pleasant. Sebuah batu meteor yang jadi ganjal pintu ini termasuk dalam transaksi jual beli tersebut.

Penjual properti memberitahu sang lelaki kalau Ia dan sang ayah melihat batu meteor jatuh di pekarangan rumah mereka suatu malam di tahun 1930.

via tribunnews.com

“Suaranya keras sekali waktu jatuh ke tanah, pagi berikutnya kami menemukan meteorit tersebut masih dalam kondisi panas di dalam kawah,” ungkapnya.

Melansir dari nakita.id, beberapa tahun setelah itu, lelaki yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut pindah ke tempat itu. Ia masih menyimpan batu tersebut dan Ia gunakan selama tiga dekade. Karena penasaran, lelaki ini pun ingin mengecek tentang batu meteor tersebut.

Baca Juga : Nyata! Dengan Berbagai Alasan, 5 Daerah Ekstrem Ini Dijadikan Hunian Oleh Manusia

Selama 20 tahun Sirbescu bekerja, ini pertama kalinya ada seseorang yang membawa batu meteorit untuk dicek karena berdasarkan firasat saja. Ahli geologi terseblantas memeriksa batu tersebut dan mendapati 88 persen komponennya terdiri atas besi-nikel dan 12 persen nikel murni yang hampir tidak dapat ditemukan di Bumi.

via tribunnews.com

Agar lebih yakin, Ia mengunggah pecahan batu meteor ke Institusi Smithonian, yang mendukung klasifikasinya. Sirbescu dan tim dari Smithsonian setuju menyatakan pecahan meteor tersebut sebagai Meteorit Edmore.

John Wasson, salah satu profesor dari jurusan ilmu luar angkasa, planet dan ruang di Universitas California, Los Angeles, dan ketua penelitian batu luar angkasa akan ditugaskan untuk memeriksa nilai batu tersebut.

Dalam kasus biasanya, batu meteorit dijual dan diberikan pada pihak museum untuk dipajang atau dipindah tangankan pada kolektor.

Pemilik batu meteorit ini setuju memberikan 10 persen dari penjualan batu meteorit itu untuk didonasikan pada universitas sebagai dana penelitian.

Namun, bagi Sirbescu, batu meteorit ini nilainya lebih dari sekadar uang, “Aku tidak percaya bisa memegang bagian dari tata surya awal di tanganku,” ucapnya.

 


Previous articleNyata! Dengan Berbagai Alasan, 5 Daerah Ekstrem Ini Dijadikan Hunian Oleh Manusia
Next articleAngel Lelga Mengaku Cinta Kepada Vicky Prasetyo Tapi Harus Ikhlas Dicerai

Terpopuler: