Masih Kerap Disalahgunakan, 3 Jenis Obat Ini Ternyata Bukan untuk Anak

via grid.id

Serumpi.com – Orangtua memang dinilai memiliki kepekaan cukup tinggi terhadap kondisi buah hatinya. Terlebih saat sang anak tengah sakit, segala cara akan dilakukan oleh orangtua demi kesembuhan buah hatinya.

Salah satu hal yang kerap dilakukan adalah memberikan obat apapun asal dapat meredakan sakit yang dirasakan oleh buah hatinya. Sayangnya, masih banyak orangtua yang kurang faham jika memberikan obat sembarangan justru dapat memperburuk kondisi kesehatan sang anak.

Seperti yang dilansir dari health.com, ada tiga jenis obat yang tidak boleh sembarangan diberikan kepada anak. Karena rasa khawatir, orangtua tak jarang langsung memberi obat yang banyak dijual di pasaran untuk meredakan sakit anaknya.

Hal tersebut kerap dilakukan oleh orangtua terutama ketika si kecil rewel disertai demam, batuk dan pilek. Penting diketahui kalau ada obat-obatan yang tidak boleh sembarang diberikan pada bayi.

Bagi orang dewasa mengonsumsi obat bebas memang tak masalah, tapi bagi bayi dan anak-anak harus selalu dengan dosis dari dokter,” ujar Christopher Sulowski, dokter anak dari McMaster University.

Kira-kira apa saja ya obat yang tidak direkomendasikan untuk anak? Berikut ulasannya!

Baca Juga: Bingung Turunkan Berat Badan? Cukup Lakukan Hal Sederhana ini, Berat Badan Bakal Turun 1 Kg dalam Sehari

1. Aspirin (acetylsalicylic acid)

via instagram.com

Obat satu ini memang jadi andalan untuk pereda nyeri. Kendati demikian, obat ini tidak direkomendasikan untuk anak di bawah usia 18 tahun, kecuali diresepkan oleh dokter. Pemberian aspirin pada anak dari beberapa penelitian diketahui bisa memicu Reye’s Syndrome. Yaitu kondisi dimana otak dan liver mengalami pembengkakan.

2. Ibuprofen

via health.com

Ada banyak produk obat yang mengandung ibuprofen dijual di pasaran untuk anak-anak. Padahal, sebagian besar dokter tak merekomendasikannya. Mereka lebih merekomendasikan acetaminophen (Tylenol) untuk bayi usia 3 hingga 6 bulan.

3. Obat batuk sirup

via hellosehat.com

Selama ini obat batuk sirup masih menjadi pilihan orangtua untuk anak mereka, ternyata obat batuk sirup juga tak direkomendasikan untuk anak. Pada 2009, Health Canada mereview berbagai obat batuk anak di pasar dan hasilnya tidak efektif. Juga diketahui kalau obat tersebut justru bisa memberi efek buruk pada anak.

Menanggapi maraknya penggunaan obat di pasaran untuk anak, Sulowski lebih merekomendasikan untuk memberi madu dan campuran air lemon pada anak saat batuk, sebelum tidur. Hal ini untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dan mampu melawan virus dan bakteri dengan lebih efektif.


Previous articleTak Kalah Cantik dari Artis Tanah Air, Lihat Penampilan Sederet Istri Pemilik TV Swasta di Indonesia
Next article14 Tahun Berlalu, Kamu Masih Ingat dengan Pemeran Dae Jang Geum? Berusia Hampir 50 Tahun Ini Foto Terbarunya

Terpopuler: