Mengintip Sejarah Kenapa Malam Pergantian Tahun Selalu Identik dengan Kembang Api

via youtube.com

Serumpi.com – Bulan Desember yang tinggal menghitung hari lagi seakan mengingatkan semua orang kalau tahun baru bakal segera tiba. Beragam rencana sudah pasti disusun rapi demi menyambut datangnya momen pergantian tahun.

Mulai dari menghabiskan malam pergantian tahun dengan kekasih, keluarga, sahabat, ataupun dengan orang spesial lainnya, momen pergantian tahun selalu saja menjadi momen yang cukup menarik.

Ngomongin soal momen pergantian tahun, pasti banyak yang bertanya kenapa pergatian tahun yang biasa dirayakan tepat puku 00.00 tersebut selalu identik dengan kembang api. Bahkan dalam berbagai bentuk perayaan, kembang api selalu menjadi tema utama yang tak bisa dipisahkan dengan malam pergantian tahun.

Menariknya, perayaan pergantian tahun dengan kembang api ternyata tak cuma belaku di Indonesia. Bahkan hampir semua belahan negeri juga menjadikan kembang api sebagai bagian tak terpisahkan dari momen pergantian tahu. Rupanya perayaan tahun baru dengan kembang api memiliki sejarah yang cukup unik lho!

Baca Juga: Selamat!! Pasangan Seleb ini Dikaruniai Anak Pertama, Nama Unik Buah Hatinya Sukses Curi Perhatian

Melansir dari tabloidbintang.com, kebanyakan sejarawan menganggap kembang api ditemukan di Cina. Meskipun begitu, beberapa berpendapat munculnya kembang api berasal dari daerah Timur Tengah atau India.

Awalnya, kembang api tecipta bukanlah tujuan utama dalam perayaan tahun baru. Kehadiran kembang api pada pesta pergantian tahun tersebut justru dibuat secara tidak sengaja.

via youtube.com

Menurut American Pyrotechnics Safety and Education Foundation, di suatu tempat sekitar 800 M, ahli kimia Cina mencampurkan senyawa kalium nitrat, sulfur dan arang untuk menciptakan mesiu mentah.

Mereka sebenarnya mencari resep untuk kehidupan kekal, tapi yang mereka ciptakan mengubah dunia. Begitu mereka menyadari apa yang telah mereka buat adalah ledakan, orang Cina percaya bahwa ledakan tersebut bisa mengusir roh jahat.

Namun seiring berjalannya waktu, sekitar abad ke-10, orang Cina telah mengetahui bahwa mereka dapat membuat bom dengan mesiu, dengan demikian mereka menempelkan petasan ke anak panah untuk menembak musuh.

via popbela.com

Setelah 200 tahun, kembang api diasah menjadi roket yang dapat ditembakkan ke musuh tanpa bantuan panah. Teknologi ini masih digunakan saat ini dalam pertunjukan kembang api.

Pada 1295, seorang penjelajah, Marco Polo membawa kembang api ke Eropa dari Asia.  Dari sana, negara barat mengembangkan teknologi kembang api menjadi senjata yang lebih kuat yang kita kenal sekarang sebagai meriam dan musket. Orang-orang di Barat masih mempertahankan gagasan asli tentang kembang api dan menggunakannya selama perayaan.