Benarkah Sinar Matahari bisa Mencegah Kanker? Begini Penjelasannya

via klikdokter.com

Serumpi.com – Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari diperingati dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap penyakit kanker. Salah satunya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Tak hanya itu, sinar matahari dikatakan bisa memberikan manfaat yang sama untuk mencegah kanker.

Dibentuk oleh Union for International Cancer Control (UICC), Hari Kanker Sedunia untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia yang dibuat pada 2008 silam. Tujuan utamanya supaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker secara signifikan.

Ada banyak alternatif untuk mengatasi hingga mencegah penyakit kanker. Salah satunya adalah berjemur di bawah sinar matahari. Melansir dari jpnn.com, sinar matahari dianggap sebagai penyebab kerusakan kulit. Padahal apabila berjemur dalam waktu dan durasi yang tepat maka dapat memberikan manfaat yang signifikan, salah satunya mengatasi penyakit kanker, sesuai penjelasan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

via pegipegi

“Meskipun paparan sinar matahari secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kanker kulit, namun paparan yang cukup justru dapat mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker kolorektal, kanker ovarium, kanker prostat dan kanker pankreas,” ujarnya.

Studi lain menunjukkan bahwa orang yang tinggal jauh dari khatulistiwa dan sedikit mendapatkan paparan sinar UVB akan cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah. Ini dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi, termasuk kanker darah atau leukemia.

via merdeka

“Paparan terhadap sinar matahari juga memicu pengeluaran hormon serotonin yang bertanggung jawab untuk meningkatkan mood serta membuat Anda merasa nyaman dan fokus,” ujar dr. Nadia, menjelaskan manfaat lainnya dari sinar matahari.

Seperti yang telah diketahui, peran utama vitamin D adalah memperkuat tulang serta mengatasi masalah terkait dengan bagian tubuh tersebut. Namun, sinar matahar iyang mengandung vitamin D dibuktikan oleh beberapa penelitian bisa mencegah kanker. Meski demikian, harus tetap berkonsultasi pada dokter apabila memang terdiagnosis mengidap penyakit kanker.