Cabe Rawit Lebih Pedas daripada Cabe Merah Biasa, Mitos atau Fakta?

via detikfood.com

Serumpi.com – Siapa yang suka makanan pedas? sembilan puluh lima persen orang pasti bakal angkat tangan. Sejauh ini makanan pedas memang masih banyak disukai oleh orang Indonesia. Diperaya mampu menambah nafsu makan dan bisa menghilangkan stres, makanan pedas memang kerap dijadikan santapan favorit mereka.

Meski makanan yang terlalu pedas tidak begitu dianjurkan lantaran bisa membahayakan lambung dan pencernaan, nyatanya beragam sajian pedas masih saja laris dan digemari banyak orang.

Ngomongin soal makanan pedas yang selalu sukses menggugah selera. Rasa pedas sejatinya berasal dari cabai. Salah satu jenis bumbu masak yang wajib ada dalam setiap menu makanan.

Baca Juga: Kerap Diabaikan, 5 Alat Dapur Ini Ternyata Bisa Jadi Sumber Penyakit!

Melansir dari hallosehat.com, cabai memiliki banyak jenis dengan tingkatan kepedasan yang berbeda-beda. Rasa pedas cabai rawit dihasilkan dari zat kimia bernama capsaicin. Semakin banyak kadar capsaicinnya, maka cabe tersebut akan terasa semakin pedas.

Untuk mengukur tingkat kepedasan atau kandungan capsaicin dalam cabai tentu tidak dicicipi langsung dengan lidah. Pasalnya, ada cara khusus yang lebih aman dan akurat, yaitu dengan menggunakan Skala Scoville (SHU).

Di Indonesia, cabe rawit dianggap sebagai salah satu jenis cabai terpedas. Menurut hasil penelitian dari beberapa sumber, cabe rawit memiliki skor 100 ribu ketika diukur menggunakan Skala Scoville. Sementara cabe merah besar hanya sekitar 30,000 – 50,000 SHU.

via anekaresep.com

Perihal anggapan cabe rawit lebih pedas dibandingkan dengan cabe merah biasa ternyata bukanlah mitos melainkan fakta. Kandungan capsaicin pada cabe rawit yang cukup tinggi membuat rasa pedas yang dihasilkanpun lebih tajam dibandingkan dengan cabe biasa.

Ada yang lebih menarik, kandungan capsaicin pada cabe rawit telah lama diketahui berpotensi meredakan rasa sakit serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Sudah banyak pula penelitian yang melaporkan efek capsaicin untuk mendorong kerja metabolisme tubuh hingga 5% lebih cepat untuk membakar lebih banyak lemak.

Bahkan, efek pembakaran kalori diketahui masih terus bekerja sampai 20 menit setelah selesai makan. Tak heran kalau selama ini makanan pedas dipercaya mampu menggugah selera serta menghilangkan stres.