Menikahi Wanita Jepang dan Miliki Seorang Anak, Ini Dia Sosok Putri Soekarno yang Tak Diketahui Publik

via tribunnews.com

Serumpi.com – Menjadi sosok pemimpin bangsa sudah barang tentu akan jadi sorotan. Hal ini tidak hanya terjadi pada presiden di masa kini, Joko Widodo, melainkan juga sejak presiden pertama, Ir. Soekerno. Sosok presiden pertama ini memang terbilang memiliki daya tarik tersendiri selain kharisma yang melekat dalam dirinya sebagai pemimpin.

Sosok Soekarno dikenal memiliki banyak istri, salah satunya yang paling fenomenal adalah Ratna Sari Dewi Soekarno. Pasalnya sosok wanita yang dinikahi Bung Karno ini memiliki paras cantik dan berasal dari Jepang.

Pernikahan Soekarno dengan Naoko Nemoto ini juga dikaruniai seorang putri. Sosok anaknya ini juga membuat publik jadi penasaran. Pasalnya, putri mantan presiden ini tidak berada di tanah air. Putri semata wayang Soekarno dengan wanita Jepang ini sekarang juga sudah berumur setengah abad. Siapakah dia?

via tribunnews.com

Ia adalah Kartika Sari Dewi Soekarno. Wanita ini lahir di Tokyo, Jepang pada 11 Maret 1967 silam. Kartika sendiri diketahui dibesarkan di Paris hingga akhirnya saat dewasa bekerja sebagai wartawan TV Tokyo. Kartika juga pernah bekarja pada biro periklanan New York.

Sosok Kartika juga memiliki jiwa sosial tinggi. Pernah bekerja pada sebuah yayasan di Amerika, Kartika pada akhirnya mendirikan sendiri sebuah organisasi bernama Kartika Soekarno Foundation dengan visi mengembangkan pendidikan anak Indonesia yang berpusat di Amsterdam. Ini tentu jadi bukti kecintaannya pada tanah kelahiran sang ayah yang asli Indonesia juga berkesan baginya.

via tribunnews.com

Wanita berusia 52 tahun ini menikah juga saat usianya matang, yakni 38 tahun. Kartika dinikahi pria bernama Frist Frederich pada tahun 2005 silam. Sang suami sendiri diketahui menjabat sebagai President Citibank Eropa.

Karier dan kepedulian Kartika di bidang sosial tampaknya mengantarkannya mendapatkan beberapa penghargaan. Salah satu contohnya penghargaan berupa H.R.H Duke of Braganca pada tahun 2005. Bahkan pada tahun 2008 Kartika beserta suami mendapat gelar kebangsawanan Keraton Surakarta. Hal ini tentu jadi satu hal membanggakan dari sosok putri presiden pertama RI yang keberadaannya jauh sorotan.