Bisa Menimpa Siapa Saja, Inilah Gejala dan Cara Mengatasi Keracunan Obat

via hellosehat.com

Serumpi.com – Keracunan bisa saja terjadi ada siapapun, termasuk keracunan yang disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan obat. Baik itu karena dosis yang berlebihan atau karena kesalahan dalam mengombinasikan obat. Gejala serta cara mengatasi keracunan obat bisa berbeda tergantung jenis obat yang dikonsumsi.

Keracunan obatĀ umum terjadi pada pasien yang mengonsumsi lebih dari satu jenis obat, sehingga pasien tersebut mengalami efekĀ interaksi obat. Keracunan obat juga terjadi jika seseorang meminum obat disertai minuman atau makanan yang membuat obat tersebut menjadi senyawa beracun, semisal alkohol.

Selain itu, beberapa orang lebih sensitif terhadap zat tertentu yang ada di dalam obat, sehingga dosis normal sudah mengakibatkan keracunan. Selain itu, ada orang yang sensitif terhadap zat tertentu yang ada di dalam obat.

via parenting.co.id

Gejala keracunan obat berbeda-beda, tergantung jenis dan dosis obat yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan orang tersebut saat mengonsumsi obat. Beberapa gejala umum biasanya mengalami gangguan pencernaan, seperti mual, muntah atau muntah darah, sakit perut, diare, hingga perdarahan pada saluran cerna. Ada gejala lain yang perlu diwaspadai seperti nyeri dada, detak jantung lebih cepat (dada berdebar), sulit bernapas, pusing hinga kejang.

Dilansir dari alodokter.com, jika mengalami keracunan obat, segera bawa ke rumah sakit terdekat, agar mendapatkan penanganan secepatnya. Sambil menunggu bantuan medis hal-hal ini bisa dilakukan, seperti mengecek denyut nadi, pola napas, dan saluran pernapasannya. Jangan biarkan atau menyuruh penderita untuk muntah, kecuali petugas medis menyarankan demikian.

via theartofmiriambalsano.b;ogspot.co.id

Jika penderita muntah dengan sendirinya, bersihkan jalan napas (tenggorokan dan mulut) orang tersebut dari muntahan. Buatlah penderita berada dalam posisi yang cukup nyaman. Jangan memberikan penderita makanan maupun minuman yang dianggap bisa menetralisir racun, seperti cuka, susu, atau jus lemon. Setelah bantuan medis datang, jelaskan kepada petugas medis, mengenai obat yang diminum serta gejala yang timbul usai penderita mengalami keracunan.