Kamu Punya Gigi Gingsul, Pertahankan atau Singkirkan? Ini Dia Jawabannya

via godok.com

Serumpi.com – Pernah mendengar anggapan kalau orang yang memiliki gigi gingsul selalu khas dengan senyum manisnya? Sudah bukan hal baru lagi, gigi yang tumbuh tidak pada tempatnya tersebut nyatanya justru bikin banyak orang jadi terlihat berbeda.

Beberapa mitos bahkan menganggap kalau pemilik gigi gingsul merupakan anugerah istimewa lantaran dipercaya akan menambah kecantikan atau ketampanannya. Namun lepas dari hal tersebut, benarkah gigi gingsul justru memiliki efek yang kurang baik bagi kesehatan?

Melansir dari health.com, gigi gingsul termasuk salah satu jenis maloklusi gigi. Maloklusi adalah suatu kondisi ketika gigi tidak tumbuh di tempat yang benar dan sejajar. Pada kasus ini, gigi tidak bisa tumbuh di tempat yang seharusnya karena kondisi rahang yang kecil atau ukuran gigi terlalu besar.

Kondisi tersebut juga bisa terjadi karena tempat gigi tumbuh terlalu sempit, sehingga gigi itu tumbuh bergeser dari tempat yang seharusnya. Selain itu, fenomena gigi gingsul juga terjadi karena faktor keturunan.

Perihal anggapan gigi gingsul bisa membuat senyum pemiliknya menjadi lebih manis nyantanya tak selalu benar. Beberapa kasus gigi gingsul bahkan tumbuh pada bagian yang bisa mengganggu kesehatan.

via hellosehat.com

Nah, untuk mengatasi gigi gingsul yang mungkin mengganggu pemiliknya, para pakar kesehatan gigi menyarankan untuk melakukan tindakan khusus. Salah satunya dengan memakai behel atau kawat gigi. Prosedur pemasangan behel bertujuan untuk memperbaiki atau merapikan posisi gigi. Penggunaan behel ini bisa dilakukan dengan atau tanpa mencabut gigi terlebih dahulu.

Meski begitu, behel bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi gigi gingsul. Pakar kesehatan justru menyarankan untuk mencabut gigi gingsul yang letaknya mengganggu. Bukan tanpa alasan, gigi gingsul sendiri sebenarnya bisa menghambat pertumbuhan gigi, membuatnya tidak tumbuh sama sekali atau impaksi.

Letak gigi gingsul yang cenderung tidak teratur juga membuat proses pembersihan gigi menjadi tidak sempurna. Hal ini yang membuat banyaknya kuman tumbuh pada sela-sela gigi dan menyebabkan kerusakan gigi.