Disebut Sebagai Obat Diet Ampuh, Tanaman Langka ini Ternyata Narkoba Mematikan!

via hellosehat.com

Serumpi.com – Memiliki dua musim yang teratur serta penyinaran matahari dengan intensitas cukup sempurna membuat hampir seluruh wilayah di Indonesia bisa ditumbuhi berbagai jenis tanaman. Bukan hanya tanaman yang sengaja ditanam, tumbuhan yang hidup liar di hutan juga tak lagi terhitung jumlahnya.

Dari sekian juta tumbuhan yang hidup liar di beberapa wilayah Indonesia, sebagai ada yang bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Namun tak jarang juga tumbuhan liar tersebut ternyata mengandung racun yang sangat mematikan.

Salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan hidup liar pada beberapa wilayah di Indonesia adalah kratom. Disebut-sebut sebagai tumbuhan yang memiliki manfaat sebagai obat penurun berat badan, siapa sangka kalau ternyata kratom justru merupakan narkoba yang mematikan.

Seperti yang dilansir dari health.com, kratom memang tidak begitu populer di kalangan sebagian orang. Meski begitu, kratom sendiri sebenarnya sudah sering digunakan sebagai obat penurun barat badan. Kratom sering diolah menjadi kapsul bahkan teh untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga: Tidur dengan Rambut Basah Berbahaya Bagi Kesehatan, Mitos atau Fakta?

Mengonsumsi daun kratom bisa menghasilkan energi hingga mengobati penyakit secara tradisional. Diare salah satu contoh penyakit yang bisa disembuhkan. Pasalnya, kratom memiliki efek meredakan rasa sakit, alhasil tumbuhan liar ini biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Sayangnya, tidak banyak yang tahu kalau kratom merupakan “narkoba” yang mematikan.  Kratom bisa membuat seseorang merasa memiliki lebih banyak energi, lebih waspada, dan lebih bahagia. Bahkan kratom sering digunakan untuk meredakan gejala fibromyalgia.

via tribunnews.com

Fibromyalgia adalah intoleransi terhadap stres dan rasa sakit yang biasanya ditandai dengan nyeri pada tubuh, sulit tidur, hingga kelelahan. Kratom dalam dosis tinggi sekitar 10 hingga 25 gram bisa memberikan efek sedatif seperti narkotika. Bahkan Drug Enforcement Administration (DEA) mengatakan bahwa konsumsi kratom belerbih dapat menyebabkan gejala psikotik dan kecanduan psikologis.

Mengutip dari beberapa sumber, kratom di Indonesia sebenarnya telah masuk dalam daftar New Psychoactive Substances (NPS) oleh Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN). Sayangnya, kratom belum dicantumkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 tahun 2014.

Kratom dianggap dapat memberikan dampak seperti opiat dan kokain. Meski telah dimasukan dalam NSP, peredaran kratom belum diatur oleh undang-undang. Sehingga, legalitas masih dipertanyakan.

 


Previous articleJanda Beruntung, 8 Artis Cantik Ini Dinikahi Pria Single Usai Alami Kegagalan Berumah Tangga
Next articleNyaris Tak Terekspos, Sederet Komedian ini Rupanya Sangat Dekat dengan Sang Ibu

Terpopuler: