Tidur Saat Puasa Adalah Ibadah? Pahami Dulu Hadistnya Agar Tak Salah Kaprah

via artikula.id

Serumpi.com – Banyak yang mengatakan jika tidur saat puasa dihitung sebagai ibadah. Beberapa memaknainya dengan usaha untuk menjauhkan diri dari dosa yang sering dilakukan tanpa disadari, seperti ghibah dan zina mata. Lantas, benarkan demikian?

Selain disebut sebagai penghindar dosa, tidur saat puasa dianggap ibadah karena ada sebuah hadis yang menjelaskannya.

Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

Namun, sebagai umat muslim yang baik kita tak boleh menelan mentah-mentah informasi yang ada. Harus ada tabayyun hingga permasalahan benar-benar jelas.

Baca Juga : Biasa Pamerkan Rambut Indah Terurai, Begini Cantiknya 8 Artis Ini Saat Berbalut Hijab

Hadis tentang keutamaan tidur saat puasa tersebut misalnya. Hadis tersebut rupanya diriwayatkan oleh perowi yang dho’if atau lebah, yakni Ma’ruf bin Hasan dan Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan.

Riwayat lain disebutkan perowi hadis tersebut adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Tak hanya itu, sanad hadistnya juga dinilai lemah.

Dengan beragam alasan yang dipaparkan di atas dapat disimpulkan jika hadis tersebut adalah hadis yang dho’if sehingga tak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan sebuah hukum atau tuntunan ibadah.

Meski demikian, bukan berarti tidur siang saat puasa tak memiliki apapun. Hal ini dikarenakan segala sesuatu yang mubah bisa mendatangkan pahala asal niatnya benar. Misalnya saja niat tidur siang agar kuat menjalankan puasa dan terhindar dari dosa.

via hipwee.com

An Nawawi dalam Syarh Muslim (6/16) mengatakan, “Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).”

Namun, jika niat tidur selama puasa hanya untuk bermalas-malasan, maka tak akan ada faedah yang didapat.