Mengintip Tradisi Ramadhan di Berbagai Belahan Dunia, dari yang Unik sampai Antimainstream

via liputan6.com

Serumpi.com – Bulan Ramadhan bukan hanya soal beribadah dan segala hal yang berbuah berkah. Meski ibadah menjadi bagian yang paling utama dalam menjalani Ramadhan selama sebulan penuh, nyatanya ada banyak hal-hal menarik yang biasa dilakukan bahkan menjadi kebiasaan turun temurun selama bulan Ramadhan.

Kebiasaan yang kerap dilakukan saat bulan Ramadhan tersebut rupanya bukan hanya di Indonesia. Beberapa negara di berbagai belahan dunia rupanya juga memiliki kebiasaan yang cukup menarik untuk diulik.

Baca Juga: Mengintip Fakta Unik Masyarakat Indonesia Selama Bulan Ramadhan

Melansir dari fimela.com, selain disebut sebagai bulan penuh berkah, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan yang istimewa karena menyangkut budaya, keyakinan, dan sejarah. Tak heran kalau muslim di berbagai penjuru dunia memiliki cara yang cukup unik untuk merayakannya.

Dari ritual mandi sampai menembakkan meriam, berikut tradisi budaya merayakan Ramadan yang berbeda-beda dari berbagai penjuru dunia. Beberapa tradisi ada yang cukup antimainstream lho!

1. Budaya bersih-bersih di Indonesia

via republikaonline.com

Menyambut bulan Ramadhan, beberapa orang di Indonesia khususnya di Pulau Jawa terbiasa melakukan tradisi bersih-bersih atau mandi keramas bersama di tempat yang biasa disebut “Padusan”. Pada momen ini, masyarakat percaya bahwa mata air memiliki fungsi sebagai pembersih jiwa mereka sebelum menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

2. Menembakkan meriam di London setiap menjelang berbuka

via liputan6.com

Di beberapa negara timur tengah, meriam ditembakkan sebagai penanda berakhirnya puasa setiap harinya. Tradisi ini dikenal sebagai midfa al iftar. Konon tradisi ini telah dimulai di mesir lebih dari 200 tahun lalu.

3. Para lelaki Irak bermain permainan tradisional untuk menunggu berbuka

via tirto.id

Seakan menjadi cara untuk membunuh waktu selama menunggu waktu berbuka tiba, di Irak, para lelaki berkumpul untuk main permainan tradisional; mheibes. Permainan ini melibatkan dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 sampai 250 pemain yang semuanya bergiliran untuk menyembunyikan mheibes (cincin).