Penuh Makna, 5 Kuliner Khas Lebaran ini Ternyata Sarat Filosofi dalam Budaya Jawa

via kuliner.com

Serumpi.com – Lebaran tinggal menghitung hari, hampir seluruh umat islam di penjuru dunia mulai melakukan beragam persiapan. Mulai dari menyiapkan beragam menu hingga berburu baju baru, momen lebaran seakan menjadi yang sangat istimewa bagi umat muslim di dunia.

Ngomongin persiapan lebaran, ada beberapa jenis kuliner khas lebaran yang selalu ada di meja makan saat lebaran tiba. Seakan sudah menjadi adat yang mendarah daging, beberapa jenis kuliner tersebut selalu menjadi menu wajib utamanya bagi masyarakat di Pulau Jawa.

Melansir dari linetoday.com, hal yang menarik dari perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah penyajian kuliner yang unik dan khas untuk menjamu para tamu dan juga keluarga. Semua pasti hafal dari tahun ke tahun sajian kuliner lebaran di tiap rumah pasti selalu itu itu saja.

Ternyata bagi masyarakat Jawa, beberapa menu kuliner khas lebaran tersebut memiliki filosofi dan makna yang mendalam. Lantas apa sajakah filosofi menarik di balik berbagai hidangan khas Lebaran di Jawa? Yuk simak ulasannya!!

Baca Juga: Jadi Tren, Inilah Busana Muslim dan Hijab yang Paling Banyak Diburu Selama Ramadhan

1. Ketupat

via kuliner.com

Bagi masyarakat Jawa, ketupat lebih sering dikenal dengan sebutan kupat, kupat sendiri merupakan singkatan dari laku papat yang dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai tindakan empat, yaitu lebaran, luberan, leburan, serta laburan. Pasalnya, ketupat ini memiliki arti filosofi saling memaafkan yang dilakukan saat hari raya tiba.

2. Lepet

via sajiansedap.com

Dalam budaya Jawa, lepet dimaknai sebagai singkatan dari kalimat Bahasa Jawa yaitu disilep sing rapet yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti disimpan dengan rapat. Lepet ini memiliki makna menyimpan segala keburukan dan menggantinya dengan kebaikan.

3. Lontong

via faktualnews.com

Filosofi dibalik penyajian lontong pada hari besar umat muslim tersebut adalah karena lontong dalam Bahasa Jawa merupakan kependekan dari olone dadi kothong, artinya segala hal yang jelek telah habis.

4. Ketan

via virtual.com

Kerap menjadi sajian khas bagi masyarakat Jawa, Ketan sendiri memiliki makna ngreketaken ikatan, yang artinya mempererat ikatan dan tali silaturahmi.

5. Santan

via kuliner.com

Hampir semua makanan saat lebaran selalu lekat dengan kuah santan. Masyarakat Jawa kerap menyebut santan dengan nama santen yang secara filosofi memiliki makna ingkang salah nyuwun pangaputen atau jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya yang salah minta maaf atau sama-sama saling memaafkan.