Berprestasi Ditahun 1950 Hingga 1980an, 6 Veteran Legenda Bulutangkis Indonesia Nyaris Dilupakan

via idntimes.com

Serumpi.com – Jika mendengar nama Susi Susanti, sudah pasti kita langsung mengenalinya. Dia adalah salah satu pebulutangkis yang membanggakan untuk Indonesia. Berbagai prestasi yang ditorehkannya mampu membuat Indonesia dipandang dunia. Anak zaman sekarang, tetap mengenal nama Susi Susanti karena ia kerap tampil di layar kaca.

Khusus ditahun 1988 dan 1989 Susi Susanti banyak menjuarai berbagai kejuaraan bergengsi seperti Juara SEA Games 1987 dan 1989, semifinalis Piala Uber 1988, Juara Piala Sudirman 1989, Juara World Cup 1989, serta masih banyak yang lain.

Namun tahukah kamu, jauh sebelum Susi Susanti setidaknya ada 6 pebulu tangkis putri yang sudah melegenda duluan. Namun sayang, tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana kabar mereka sekarang. Melansir dari idntimes.com, berikut adalah deretan pebulu tangkis putri yang berprestasi jauh sebelum Susi Susanti.

1. Minarni Soedaryanto

via idntimes.com

Minarni Soedaryanto adalah srikandi bulutangkis Indonesia wanita yang memiliki masa keemasan pada era 1959-1975an. Ia adalah atlet bulutangkis wanita Indonesia pertama yang berhasil mencapai final All England tahun 1968. Tak hanya itu, Minarni berhasil membawa pulang Piala Uber ke Indonesia tahun 1975 untuk pertama kalinya.

2. Verawaty Fajrin

via idntimes.com

Verawaty Fajrin sangat terkenal pada tahun 1980-an. Ia memiliki kemampuan dalam bermain rangkap di berbagi nomor sekaligus. Verawati Fajrin menyabet gelar Kejuaraan Dunia 1980, All England 1979 bersama Imelda Wiguna.

3. Tati Sumirah

via youtube.com

Tati Sumirah adalah anggota tim Uber Indonesia yang sukses menyabet Piala Uber tahun 1975. Tati Sumirah merupakan pemain spesialis tunggal putri. Tati Sumirah masuk Runner-up Kejuaraan Invitasi Dunia 1974, Juara Piala Uber 1975 (Tim Indonesia), dan Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 1980.

5. Retno Kustiyah

via idntimes.com

Retno Kustiyah aktif sebagai pebulutangkis di era 1960-an dan 1970-an. Ia kerap dipasangkan dengan Minarni Soedaryanto pada nomor ganda putri. Retno Kustiyah, meraih medali emas Asian Games 1962 dan 1966 bersama Minarni Soedaryanto, Juara All England 1968 bersama Minarni Soedaryanto.

5. Imelda Wiguna

via idntimes.com

Imelda Wiguna sangat handal bermain di nomor ganda, baik itu ganda putri maupun campuran. Imelda Wiguna dan Verawaty Fajrin di nomor ganda putri memenangkan medali emas Asian Games 1978, Juara SEA Games 1979, Juara All England 1979. Diganda campuran bersama Christian Hadinata, ia memenangkan All England 1979, SEA Games 1979, Kejuaraan Dunia 1980, dan masih banyak prestasi lain.

6. Ivana Lie

via idntimes.com

Ivana Lie salah satu pebulutangkis yang ahli dalam bermain di nomor tunggal maupun ganda. Untuk nomor tunggal putri, Ivana Lie meraih gelar SEA Games 1979 dan 1983, Indonesia Open 1983, Taiwan Open 1982 dan 1984 dan banyak lagi.