Kerap Disangka Bikin Gemuk, Makanan Satu ini Ternyata Lebih Sehat daripada Beras Merah

via fimela.com

Serumpi.com – Memiliki bentuk tubuh ideal sudah pasti menjadi impian hampir semua orang terutama wanita. Tak heran, kalau banyak orang yang rela melakukan diet mati-matian demi mendapatkan bentuk tubuh ideal. Salah satu diet yang bisa dipilih adalah dengan menghindari makan nasi putih. Banyak yang beranggapan, nasi putih menjadi salah satu faktor yang dapat menambah berat badan.

Loading...

Berbicara soal nasi putih, sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, nasi putih sudah pasti menjadi menu utama dalam setiap hidangan makanan. Tak heran, kalau nasi putih seakan tak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Nah, lantaran hal tersebut maka tak sedikit para pelaku diet yang memilih mengganti menu nasi putih dengan menggunakan nasi beras merah.

Sayangnya, sejauh ini masih banyak yang belum tahu kalau ternyata nasi beras merah tak sepenuhnya mampu mengontrol berat badan. Pola makan yang kurang tepat meskipun menggunkan nasi beras merah pasalnya tetap bisa berpengaruh pada penambahan berat badan.

Baca Juga: Bukan Makanan Biasa, Ikan Asin Ternyata Punya Sejarah Panjang untuk Sampai ke Indonesia

Melansir dari health.com, beras putih adalah beras yang paling populer untuk diolah menjadi nasi putih. Beras ini mengandung 90% karbohidrat, 8% protein, dan 2% lemak.  Beras merah mengandung sebagian besar dedak, yang membuatnya kaya nutrisi. Beras ini punya kadar karbohidrat yang lebih rendah dan persentase lemak yang lebih tinggi dari beras putih.

via hellosehat.com

Kendati demikian, baik beras merah maupun beras putih sama-sama memiliki peran pada kenaikan berat badan. Beras putih dipoles dan tidak memiliki dedak, sementara beras merah punya dedak. Dedak ini akan membuat beras lebih cepat tengik dan rasanya kurang enak.

Selain itu, beras merah juga mengandung beberapa zat anti-nutrisi yang dapat menghambat penyerapan nutrisi lain. Kondisi ini akan mempengaruhi penyarapan nutrisi pada tubuh. Jika tidak diatur dengan baik, maka tubuh akan kekurangan beberapa nutrisi yang dibutuhkan. Artinya, beras merah memang bisa digunakan untuk diet namun bukan berarti selamanya pelaku diet diperbolehkan mengonsumsi beras merah dalam jangka panjang.