Stop Isi Ulang Botol Plastik, Ternyata ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan!!

via health.com

Serumpi.com – Mengisi ulang botol plastik sejauh ini masih menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Dengan berbagai alasan, tak sedikit orang yang memilih untuk menggunakan kembali botol air mineral. Jika dilihat dari bentuk dan fungsinya, menggunakan kembali botol air mineral memang bukan hal yang salah. Terlebih saat ini banyak botol air mineral yang disetting dengan bentuk unik dan menarik.

Loading...

Sayangnya, kembali menggunakan botol air mineral ternyata bukanlah hal yang dibenarkan. Bukan tanpa alasan, pasalnya bahan plastik yang digunakan pada botol air mineral mengandung bahan yang tidak bisa digunakan ulang. Alhasil, para pakar kesehatan melarang keras menggunakan kembali botol air mineral.

Baca Juga: Hati-hati, Ini Akibatnya Jika Terlalu Sering Konsumsi Makanan Pedas, Fatal!

Seperti yang dilansir dari health.com, menurut para ahli, botol air minum mengandung Bisphenol A atau BPA alias bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik. Bahan kimia ini berbahaya dan dapat larut dalam air serta dapat menumbuhkan bakteri berbahaya pada celah botol. Kent Atherton CEO PuriBloc technology, perusahaan teknologi pemurnian air, banyak orang yang membeli botol air plastik dan melakukan isi ulang tanpa tahu risikonya.

Bahkan produk bebas BPA tidak aman karena produsen sekarang mengganti bahan kimia estrogenik lainnya, yang tidak diketahui secara luas, dapat menimbulkan bahaya yang sama bagi kesehatan manusia,” ungkap dia.

via bbc.com

Usut punya usut, bahan kimia estrogenik ini dapat memiliki efek negatif pada keseimbangan hormon manusia, tetapi potensi bahaya botol air plastik tidak berhenti di situ. Kondisi tersebut yang membuat kenapa pakar kesehatan sangat menganjurkan untuk segera membuang botol sisa air mineral.

Menurut Profesor Stephanie Liberatore dalam jurnal akademik The Science Teacher, botol atau wadah air tentu sering bersentuhan dengan mulut dan tangan. Inilah yang menyebabkannya menjadi penuh dengan kuman.

Bagian terbuka dari botol air tergolong kecil, sehingga sulit dibersihkan. Kondisi ini dikombinasikan dengan lingkungannya yang lembap, dapat membuat botol air menjadi tempat berkembang biak bakteri,” ungkapnya.