Kerap Dibenci, Siapa Sangka Kalau Sayuran ini Ternyata Bisa Cegah Leukimia

via health.com

Serumpi.com – Leukimia menjadi salah satu penyakit yang ditakuti oleh manusia. Kerap disebut sebagai kanker darah, penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut bisa dibilang sebagai salah satu penyebab terbesar kematian di Indonesia. Kendati demikian, tak ada penyakit yang tidak ada obatnya. Ada banyak usaha yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit leukimia, salah satunya dengan makan sehat.

Loading...

Ngomongin soal makan sehat, salah satu makanan yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah sayuran. Mengandung berbagai macam vitamin dan mineral, sayuran sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Sayangnya ada beberapa sayuran yang justru dibenci lantaran rasanya yang dianggap kurang lezat. Padahal, sayuran ini sebenarnya memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan.

Baca Juga: Stop Isi Ulang Botol Plastik, Ternyata ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan!!

Melansir dari health.com, sebuah penelitian dari Baylor College of Medicine melaporkan bahwa senyawa dalam sayuran tertentu dapat membunuh sel-sel kanker leukemia.  Senyawa tersebut menyebabkan sel-sel kanker mati, dan meninggalkan sel yang sehat tidak tersentuh.

Sayuran yang mengandung senyawa tersebut ialah brokoli, atau lebih tepatnya senyawa sulforaphane. Sulforaphane dapat memangkas jumlah sel induk kanker positif hingga 80 persen. Senyawa tersebut juga dapat mengurangi ukuran tumor sampai 75 persen, bahkan pertumbuhannya bisa berhenti.

via godok.com

Peneliti dari Oregon State University menemukan bahwa sulforaphane membantu menghambat enzim HDAC yang mendorong pertumbuhan sel kanker prostat. Selain brokoli, sayuran yang mengandung sulforaphane adalah kubis, cauliflower, dan kubis Brussel.

Selain kandungan yang dimiliki oleh brokoli dan beberap jenis sayur lainnya, satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengolah sayuran tersebut adalah perihal cara memasaknya. Dijelaskan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, bahwa memasak sayuran bisa merusak kandungan sulforaphane. Alhasil, para pakar kesehatan menyarankan untuk mengukus atau merebus setengah matang brokoli yang dimanfaatkan menjadi obat leukimia tersebut.