Cak Diqin dan 3 Musisi Ini Sukses jadi Penyanyi Campursari, Ada yang Dijuluki Godfather of Broken Heart

via okezone.com

Serumpi.com – Musik campursari memiliki sejarah yang sangat panjang dan terus mengalami perkembangan. Inilah kenapa orang-orang sudah sangat mengenal musik. Musik campursari memiliki banyak penggemar, bahkan terus bertambah karena musik ini bisa diterima semua kalangan.

Musik campursari tumbuh dan berkembang di daerah Jawa, terutama di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Lagu-lagu yang dinyanyikan umumnya menggunakan bahasa Jawa dengan iringan alat musik modern  dan gamelan.

Banyak sekali penyanyi yang sukses membawakan lagu-lagu campursar. Nama mereka bahkan sudah melekat dengan musik campursari. Melansir dari okezone.com, berikut ini adalah deretan penyanyi yang terkenal karena membawakan lagu-lagu campursari.

1. Didi Kempot

via okezone.com

Tidak ada yang pernah meragukan kemampuan bermusik dari Didi Kempot di ranah campursari. Berkat karya-karyanya yang begitu menyayat hati, Didi Kempot dijuluki Godfather of the Broken Heart oleh para penggemarnya.

2. Manthous

via okezone.com

Manthous lahir di Desa Playen, Gunung Kidul, pada 1950. Ia memberanikan diri mengadu nasib ke Jakarta ketika berusia 16 tahun. Pada 1966, Manthous mengembangkan bakat bermusik dengan mengamen.

Meskipun akhirnya dikenal sebagai penyanyi campursari, Manthous awalnya adalah seorang musisi keroncong. Pada 1969, pemilik nama asli Anto Sugiartono ini ikut Orkes Keroncong Bintang Jakarta pimpinan B.J. Soepardi. Saat itu Manthous berperan sebagai pemain cello petik.

Manthous mengawali karier campursari ditahun 1993. Bersama saudara serta mengajak beberapa rekan di kampung halamannya, Manthous mendirikan grup musik campursari Gunung Kidul Maju Lancar.

Dari situ, lahirlah karya-karya Manthous yang popular seperti Anting-Anting, Nyidamsari, Gandrung, dan Kutut Manggung. Manthous meninggal akibat stroke di Pamulang, Tangerang, pada 9 Maret 2012.

3. Cak Diqin

via okezone.com

Cak Diqin tumbuh di keluarga petani di Desa Srono, Banyuwangi, Jawa Timur. Karier bermusik Cak Diqin dmulai pada tahun 1990. Sejak saat itu, Cak Diqin ia sudah mengeluarkan 45 album musik campursari. Lagu-lagunya yang popular seperti Cinta Tak Terpisahkan, Sida Randha, dan Susu Boyolali.

4. Sonny Josz

via okezone.com

Karya-karya Sonny Josz cukup familiar di telinga para penikmatnya. Lagu-lagu seperti Manuk Ora Manggung, Siji Ora Entek, hingga Angge Angge Orong-Orong adalah karya populer Sonny Josz yang masih diperdengarkan hingga saat ini. Bahkan, salah satu karya Sonny bertajuk Minggat menjadi primadona berkat lirik Ndang Balio Sri.