Hobi Minum Es Teh? Segera Kurangi Mulai Sekarang, Cek Akibat yang Jarang Diketahui!!

via kompas.com

Serumpi.com – Teh dikenal sebagai salah satu minuman yang sangat akrab dengan masyarakat Indonesia. Disebut sebagai minuman yang sangat merakyat, teh bisa ditemukan dan dan dibeli hampir di semua tempat. Tidak cukup disajikan dalam bentuk minuman, teh juga bisa dikombinasikan dengan beberapa jenis makanan.

Nah, berbicara soal teh salah satu penyajian teh yang paling kerap ditemui adalah es teh. Mencampur es dengan seduhan menjadi pilihan terutama saat musim kemarau tiba. Pasalnya, es teh menjadi penyiram dahaga yang cukup manjur saat tenggorokan mulai kering di tengah terik panas matahari. Tak heran, kalau akhirnya muncul berbagai jenis es teh dalam berbagai merk dan bentuk kemasan.

Sayangnya, meski digemari oleh banyak orang nyatanya es teh tidak selalu menyehatkan. Terlalu sering mengonsumsi es teh justru dinilai bisa mengganggu kesehatan. Lalu apa sebabnya? mengingat teh sendiri disebut memiliki kandungan yang bisa berperan sebagai obat?

Baca Juga: Hati-hati, Ini Akibatnya Jika Terlalu Sering Konsumsi Makanan Pedas, Fatal!

Melansir dari health.com, teh terutama teh hitam diketahui kaya akan oksalat, merupakan senyawa kimia yang dapat berdampak negatif pada ginjal. Alhasil, mengomsumsi teh dalam kadar yang berlebihan akan berakibat fatal pada kesehatan ginjal. Pasalnya, mengonsumsi teh lebih banyak dari air putih dalam sehari akan memperbanyak asupan oksalat dari ukuran normal. Hal tersebut akan membuat ginjal bekerja keras, bahkan lebih parahnya lagi ginjal akan langsung berhenti berfungsi dengan baik.

via health.com

Sementara itu penyakit ginjal kronis kerap disebut sebagai the silent killer. Sering kali penderita tidak merasakan gejala tertentu hingga penyakit sudah memasuki stadium lanjut dan fungsi ginjal telah menurun. Biasanya, penyakit baru diketahui orang umumnya ketika sudah mencapai stadium tiga sampai empat.  Keterlambatan deteksi dan penanganan penyakit tersebut menyebabkan prevalensi kematian akibat ginjal kronis di beberapa negara cukup tinggi