Dulu Tenar dan Kaya Raya, Pelawak Era 80-an Justru Pilih Hidup dari Usaha Fotokopi di Masa Tuanya

via YouTube.com

Serumpi.com – Geliat perfilman Tanah Air bisa dibilang sudah cukup dikenal sejak tahun 80-an. Meski belum semua masyarakat Indonesia bisa mengakses acara televisi layaknya saat ini, namun di era 80-an Indonesia sudah memiliki nama artis yang cukup berbakat di dunia akting. Tak tanggung-tanggung, beberapa nama artis tersebut bahkan sukses menjadi legendaris hingga saat ini.

Sebut saja Eddy Gombloh, bagi generasi tahun 80-an Eddy Gombloh mungkin sudah bukan lagi hal yang asing. Namanya dikenal sebagai salah satu artis kondang yang kerap membintangi berbagai judul film. Bersama dengan tokoh kenamaan Benyamin Suaib, film-film yang dibintangi oleh Eddy Gombloh selalu menjadi idola masyarakat Tanah Air. Tak heran, kalau nama Eddy Gombloh memiliki tempat istimewa di hati para masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Jarang Terlihat di Layar Kaca, Pasangan Artis ini Sukses Jalankan Misi Touring Naik Motor Hingga Puncak Himalaya

Seperti yang dilansir dari nakita.grid.id, pria asal Yogyakarta yang kerap membintangi judul-judul sinema tersebut memang sangat tenar pada zamannya. Sebut saja Samson BetawiInem Pelayan Sexy, atau Benyamin Tukang Ngibul, pria satu ini sukses membuat judul-judul tersebut lebih menarik karena aktingnya yang jenaka.

Namun sayang, semakin tua usianya Eddy Gombloh pun makin jauh dari gemerlap dunia hiburan yang membesarkan namanya. Padahal ketika ia aktif membintangi berbagai film dan sinetron, pendapatan Eddy Gombloh tak bisa dipandang sebelah mata. Alhasil, di usianya senjanya Eddy Gombloh memilih untuk fokus menekuni usahanya dan tak lagi menggantungkan diri pada kejayaan masa lalunya di dunia hiburan.

via kompas.com

Eddy Gombloh akhirnya menepi ke daerah Sleman, Yogyakarta, kampung halamannya. Tak lagi menggantungkan hidup pada kemampuannya melawak dan berperan sebagai tokoh konyol di depan kamera, ia pun mencari cara lain agar kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Beruntung, Eddy Gombloh bukan tipe orang yang terlena atas kekayaan dan ketenaran yang dimilikinya dahulu.

Tabungannya itulah yang menyelamatkan Eddy di masa tua, sehingga ia bisa membeli rumah di Yogyakarta dan membuka usaha baru. Eddy Gombloh pun membuka usaha fotokopi dan menanam kebun salak sebagai mata pencaharian baru di masa tua. Bahkan meski sudah tak aktif di dunia hiburan, banyak yang menganggap jika hidup Eddy Gombloh lebih beruntung dari beberapa rekan artis yang justru sengsara di hari tua membuatnya memberikan petuah untuk artis-artis muda.