Dulu Dijuluki Ratu Ekstasi dan Melahirkan di Penjara, Begini Nasib Artis Senior ini Sekarang

via historia.id

Serumpi.com – Artis yang satu ini pernah menghebohkan media karena polemik kehidupannya. Bagaimana tidak, model sekaligus artis peran yang satu ini pernah tertangkap membawa 30.000 butir pil ekstasi di tahun 1996. Akibatnya, ia harus mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Hebatnya, Ia berhasil kabur dari Indonesia ketika kasusnya belum usai. Ia kabur ke Amerika dan tinggal disana selama beberapa waktu. Namun, pada akhirnya ia dideportasi kembali ke Indonesia di tahun 2000.

Di tahun yang sama, ia kembali menghabiskan waktu di penjara. Namun, saat kembali dari persembunyiannya di Amerika, rupanya ia sudah berbadan dua. Benar saja, ia  kembali menjadi sorotan lantaran melahirkan seorang bayi perempuan di penjara. Kala itu, tak diketahui siapa ayah dari bayi yang dilahirkannya.

Baca Juga : Masih Ingat Sayuti OB? 10 Tahun Tak Muncul, Begini Nasibnya Sekarang

Terkait kontroversi melahirkan bayi di penjara, pengacara yang menangani kasusnya, Ferry Juan mengakui jika dirinya adalah ayah dari bayi perempuan tersebut. Namun, pernyataan Ferry dibantah oleh sang artis yang menyebut jika ayah bayinya adalah seorang politikus ternama. Sudah bisa tebak siapa?

via tabloidbintang.com

Ia tak lain adalah Zarima Mirafsur. Akibat kasus yang menimpanya kala itu, artis berumur 44 tahun ini sampai dijuluki sebagai ratu ekstasi. Lantas, bagaimana kabarnya sekarang?

Saat ini, Zarima sudah berstatus sebagai ibu dari 3 orang anak. Ia mendidik anaknya dengan sangat hari-hati agar tak bersentuhan dengan obat-obatan terlarang. Pengalaman pahitnya membuat Zarima sangat waspada dengan pergaulan anak-anaknya, terutama putri semata wayangnya.

Tak lagi sibuk syuting, Zarima kini terlibat dengan berbagai kegiatan sosial yang mengampanyekan anti narkoba. Menurutnya, narkoba sangat dekat dengan pergaulan bebas dan kematian. Jadi sudah layaknya orangtua mewanti-wanti anaknya untuk menjauhi barang haram tersebut sejak dini.