Jangan Kaget, Bayi Juga Bisa Menstruasi, Ini Penyebabnya!

via kumparan.com

Serumpi.com – Setiap orangtua pasti antusias menyaksikan setiap tumbuh kembang anaknya. Mereka akan memperhatikan dengan sesama kapan pertama bayi bisa bersuara, mengangkat kepala, dan berjalan. Tak jarang, perkembangan dan pertumbuhan anak membuat orangtua merasa kagum. Hanya saja, ada pula orangtua yang masih kaget melihat fenomena perkembangan anak, misalnya saja menstruasi pada bayi.

Loading...

Lazimnya, menstruasi adalah proses peluruhan lapisan dinding rahim yang sebelumnya dipersiapkan untuk kehamilan. Namun, karena tak terjadi pembuahan, lapisan tersebut diluruhkan dalam bentuk darah menstruasi. Alhasil, banyak ibu yang merasa khawatir saat mengetahui bayinya menstruasi. Padahal, menstruasi pada bayi sebenarnya adalah hal lumrah yang bisa dijelaskan secara medis.

Baca Juga : Mengandung Racun Sianida, Waspadalah Ketika Tak Sengaja Mengunyah 5 Biji Buah Ini

Menstruasi pada bayi disebut sebagai menstruasi neonatal, yakni menstruasi yang terjadi beberapa hari setelah bayi dilahirkan. Menstruasi semacam ini disebabkan oleh sumber estrogen bayi yang diperoleh dari ibu terganggu ketika ia dilahirkan. Akibatnya, saat kadar estrogen bayi turun, tubuhnya secara otomatis memerintahkan rahim untuk mengeluarkan lapisan endometrium layaknya wanita dewasa yang sedang haid.

via kumparan.com

Oleh karena itu, para ibu yang menemui bayi perempuannya mengeluarkan bercak darah di popok tak perlu terlalu khawatir. Umumnya, becak darah hanya keluar beberapa tetes dan berhenti setelah beberapa hari. Anda baru boleh khawatir jika darah yang keluar dalam jumlah banyak dan tak berhenti lebih dari satu minggu.

Normalnya, menstruasi neonatal atau mens mini ini hanya terjadi dalam satu periode saja. Bayi perempuan yang mengalaminya tak akan lagi mengalami hal serupa sampai tiba waktu mens yang sesungguhnya. Oleh karena itu, jika mens terjadi berulang, baiknya Anda langsung mengunjungi dokter. Bisa jadi, ada yang salah dengan kesehatan reproduksi anak.