Banyak Tumbuh di Dataran Asia Tenggara, Terungkap Fakta Mengejutkan tentang Daun Kratom

via infopos.com

Serumpi.com – Kondisi iklim, suhu, dan penyinaran matahari yang baik membuat beberapa wilayah di Asia Tenggara sangat berpotensi untuk ditumbuhi beragam jenis flora. Tak heran, kalau banyak wilayah di Asia Tenggara yang dikenal memiliki jenis tumbuhan yang beraneka ragam. Begitu pula dengan dataran Indonesia. Sebagai negara tropis, Indonesia dikenal memiliki berbagai jenis flora.

Loading...

Salah satu flora khas yang tumbuh di beberapa wilayah Asia Tenggara adalah tumbuhan kratom. Kratom merupakan sejenis tumbuhan liar yang begitu mudah hidup di daerah beriklim tropis, salah satunya Indonesia. Sekilah, kratom hanya dikenal sebagai tumbuhan biasa, namun sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada fakta mengejutkan perihal tumbuhan liar tersebut.

Baca Juga: Digemari Banyak Orang, Siapa Sangka Makanan Super Lezat ini Justru Dinilai Menjadi Pemicu Kanker

Seperti yang dilansir dari merdeka.com, Kratom atau Mitragyna speciosa merupakan tanaman yang  mudah ditemui di Asia Tenggara. Daun dari tanaman ini memiliki kandungan psikoaktif yang bisa didapat dari melumat dan mengisapnya seperti rokok, diseduh seperti rokok, serta dibentuk seperti kapsul.

Tanaman ini sendiri tergolong sebagai salah satu tanaman yang kini ilegal karena kandungannya. Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat juga telah melarang persebaran daun ini walau penggunanya mengaku bahwa konsumsi daun ini bermanfaat. Mereka mengaku bahwa konsumsi kratom ini membantu mereka terhindar dari opium untuk mengatasi rasa sakit.

via tribunbali.com

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat efek tanaman kratom lebih berbahaya dari ganja bahkan kokain. Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Yunis Farida Oktoris Triana mengatakan, efek kratom bisa 10 kali lebih bahaya dari ganja.

Pasalnya, beberapa efek samping yang umum dari kratom hampir sama pada candu seperti sakit perut, muntah, gatal, serta munculnya ketenangan. Meski begitu, efek yang muncul tidak terlalu besar seperti pada candu. Kendati disebut bisa berdampak kematian, namun tidak ada kematian seketika akibat konsumsi tumbuhan ini.