Sering Dianggap Bahaya, Rupanya MSG Juga Punya Sederet Manfaat Menakjubkan Bagi Tubuh

via liputan6.com

Serumpi.com – MSG atau dikenal juga micin merupakan bumbu penyedap yang lazim digunakan pada makanan. Tak bisa dipungkiri jika makanan yang ditambahi MSG memiliki rasa yang lebih gurih. Namun sayang, MSG disebut-sebut sebagai penyebab menurunnya kecerdasan otak hingga penyebab kanker. Padahal, MSG juga punya manfaat untuk tubuh yang selama ini tak banyak diketahui.

Selain sebagai bumbu penyedap masakan, berikut beberapa manfaat MSG yang sering diabaikan. Mulai dari mengurangi pemakaian garam hingga meningkatkan produksi cairan lambung.

1. Mengurangi Pemakaian Garam

via snnindonesia.com

Masakan tak akan lengkap rasanya jika tanpa garam. Namun, terlalu banyak garam tentu tak baik bagi penderita hipertensi dan ginjal karena kandungan Na di dalamnya. Nah, penggunaan garam ini bisa diminimalisir dengan penambahan MSG. Menariknya, kadar Na yang terkandung dalam MSG rupanya lebih rendah dibanding garam.

Baca Juga : Mulai dari Usir Diabetes Hingga Kanker, Inilah 5 Manfaat Kunyit Jika Dicampur Lada Hitam

2. Meningkatkan Cairan Lambung

via fimela.com

Menambahkan MSG pada makanan mampu meningkatkan produksi lendir dalam lambung. Lendir inilah yang berfungsi membantu pencernaan. Oleh karena itu, menambahkan MSG pada masakan baik bagi penderita gastritis atrofik, yakni radang lambung yang disebabkan oleh kerusakan dinding lambung.

3. Aman Bagi Tubuh

via tribunnews.com

Masih ragu menambahkan MSG pada masakan karena belum yakin aman bagi tubuh? Segera tepis kekhawatiran Anda karena keamanan micin sudah terverifikasi oleh World Health Organization (WHO) dan Food and Drug Administration (FDA). Bahkan, penelitian selama 30 tahun dilakukan untuk menguji keamanan MSG, hasilnya MSG aman dikonsumsi asalkan dalam takaran wajar.

Sudah tahu manfaat MSG? Jadi, jangan ragu mengkonsumsinya asal masih dalam katagori seperlunya. Daripada MSG, Anda seharusnya lebih waspada dengan zat pewarna yang tidak aman dikonsumsi dan zat pengawet yang sudah terbukti sebagai zat yang bersifat karsinogen atau penyebab kanker.