Banyak yang Penasaran, Sebenarnya Apa Penyebab Ustad Abdul Somad Ceraikan Istri?

via tribunnews.com

Serumpi.com – Perceraian Ustad Abdul Somad dengan Mellya Juniarti begitu mengagetkan banyak pihak. Ia yang selalu membicarakan keromantisan dan keharmonisan dengan sang istri rupanya sudah mendaftarkan gugatan cerai sejak Juli silam. Bahkan, pengadilan sudah memutus ustad yang akrab disapa UAS ini sebagai duda sejak 3 Desember 2019 silam.

Sebelumnya, UAS pernah bercerita jika ia dan Juniarti menikah karena dijodohkan. Ia mengaku telat menikah karena baru melepas lajang di usia 31 tahun. Menariknya, ia menikah dengan Juniarti usai dikenalkan oleh imam masjid tempatnya berdakwah.

Baca Juga : Tampak Culun dan Polos Begini, Ternyata Bocah di Foto Lawas Ini Kini Jadi Artis Top yang Baru Lepas Lajang

Sebelum menerima Juniarti sebagai istri, UAS mengajukan dua syarat. Syarat pertama adalah Juniarti harus rela dijadikan yang kedua karena yang pertama bagi UAS adalah ibunya. Sedangkan syarat yang kedua, Juniarti harus siap dengan jam kerja UAS yang tak menentu, termasuk juga sering ditinggal ke luar kota.

Usai menyanggupi dua syarat tersebut, Juniarti akhirnya dinikahi UAS pada tahun 2008. Dari pernikahan tersebut, keduanya kemudian dikaruniai seorang anak lelaki. Namun sayang, pernikahan keduanya kandas setelah 11 tahun berumah tangga.

via tribunnews.com

Sering ceritakan keharmonisan dengan istri, tapi akhirnya cerai, tentu saja banyak yang penasaran dengan penyebab perceraian UAS yang sebenarnya. Lantas, apa yang sebenarnya membuat UAS menuntut cerai?

Dalam sebuah ceramahnya, UAS pernah menyebut jika ia tak segan menceraikan istrinya jika sang istri meminta cerai. Hal tersebut diungkapkan UAS ketika menjawab pertanyaan salah satu jamaah tentang istri yang minta cerai. ” Ya sudah ceraikan saja. Istri saya tidak pernah minta cerai. Seandainya istri saya minta, saya ceraikan. saya cari yang lain apa susah-susah,” ucapnya dilansir dari Tribunstyle.

Sementara itu, pihak Juniarti mengungkapkan jika ia merasa tak melakukan apapun yang melampaui syariat. Ia juga merasa heran dengan putusan pengadilan yang mengabulkan gugatan cerai, padahal kala itu ia sebagai tergugat tak hadir di ruang sidang. Bukan karena mangkir, melainkan ia datang terlambat sehingga tak bisa masuk ruang untuk mendengarkan putusan.

Sementara soal kabar kurangnya kebutuhan zhohir yang diberikan UAS hingga akhirnya menimbulkan keretakan rumah tangga, Juniarti enggan berkomentar. Ia menyebut jika harusnya hal tersebut dijelaskan oleh UAS sebagai penggugat. “Kalau itu saya no comment, untuk lebih jelas tanyalah sama ustaz, karena saya termohon,” terangnya.