Salah Satu Pesinetron TOP Ini Pernah Depresi Hingga Memutuskan Jadi Seorang Mualaf

via tribunnews.com

Serumpi.com – Ada banyak macam ujian yang harus diterima dan dijalani setiap manusia. Semua memiliki ujiannya masing-masing. Hanya tinggal bagaimana menyikapinya agar tak sampai depresi. Baru-baru ini terungkap kisah pengalaman pahit pernah dirasakan salah satu artis pemain sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP).

Dia adalah  Millen Patricia. Mungkin masih terdengar asing bagi pemirsa soal nama wanita berwajah bule ini. Namun sejatinya dirinya sudah sering tampil di layar kaca ikut terlibat dalam sinetron TOP. Tentu pencinta program TV ini sudah tak asing bukan? Dirinya berperan sebagai Olive.

Rupanya wanita blasteran Indonesia-Prancis ini pernah mengalami depresi saat harus kehilangan orang tua. Melalui wawancaranya dengan Jhon Jawir, yang juga rekannya di sinetron TOP ia mengungkapkan bahwa ia sudah menghidupi diri sendiri sejak umur 12 tahun sebagai model.

“Aku sudah menghidupi diriku sendiri sejak papa sudah nggak ada dan mama menikah lagi sejak 2011,” paparnya di channel YouTube Jhon Jawir.

via detik.com

Millen sendiri mengaku dirinya sepat alami depresi ketika ayahnya tiada. Sementara ibunya memutuskan untuk menikah lagi. Momen inilah yang membuatnya merasa tertekan hingga merasa bingung akan seperti apa hidupnya ke depan tanpa orang tuanya.

Masa-masa sulit menghadapi depresi dalam dirinya ini sempat membuatnya down kisaran tahun 2013-2014-2015 lalu. Namun sampai pada akhirnya dirinya mimpi bertemu seorang kakek yang sama sampai tiga kali. Kakek tersebut menyuruhnya untuk sholat. Padahal kala itu Millen adalah seorang Nasrani.

“Terus ngalamin masa-masa down 2014, 2015 karena kehilangan mama papa terus ya sudah putus asa. Sempat mikir aduh gimana ya sendirian ngadepin dunia, karena ada mereka asja susah, gimana nggak ada mereka gitu. Ya sudah akhirnya dapat mimpi 3x. Mimpinya berbeda tapi didatangi oleh orang yang sama orangnya nggak keliatan jelas. Mimpi terakhir lagi duduk di teras nangis, depresi, didatangi kakek-kakek katanya salat deh coba,” paparnya.

Millen sendiri sebelum memutuskan mualaf, sudah memiliki lingkar pertemanan kebanyakan muslim. Dirinya juga sering bertanya dan mencari tahu perihal Islam kepada teman-temannya. Bahkan sebelum memutuskan jadi seorang mualaf pada tahun 2016, wanita 20 tahun ini sudah hapal surat Al Fatihah.

“Aku mualaf. Temanku itu kan rata-rata muslim, jadi waktu sudah lewatin fase bulan puasa segala macam, lihatin teman-teman tarawih itu aku sering nanya apa sih rasanya pakai mukenah, apa sih rasanya salat, bacaan salat tuh apa saja, karena kan Nasrani sama Muslim kan cara berdoanya berbeda. Jadi aku nanya-nanya kayak gimana sih. Aku memperdalami, aku sudah hapal alfatihah, terus aku bisa tahu rakaat salat kayak gitu-gitu,” terangnya.

Diakui Millen, usai memeluk Islam dirinya merasa lebih tenag dan mensyukuri kehidupannya. Artis blasteran ini mengaku tak lagi mengalami depresi atau masalah terkait keputusan pindah keyakinannya.

“Alhamdulillah dapat ketenangan. Lebih yakin, lebih tenang, lebih tahu bagaimana caranya mensyukuri kehidupan, bagaimana lebih untuk berpegang teguh terhadap prinsip sendiri, dan lebih mandiri. Lebih kayaknya bisa sendiri,” jelas Millen.