19 Tahun Berlalu Sang Ayah Meninggal, Artis Ini Murka Orang Tua Disebut Memiliki Hutang

via instagram @tamarableszynskiofficial

Serumpi.com – Rasanya memang tidak nyaman saat seorang yang disayang sudah meninggal masih saja diungkit-ungkit masa lalunya. Terlebih bila anggota keluarga yang telah tiada tersebut disebut  masih memiliki hutang. Hal ini dialami Tamara Bleszynski.

Wanita cantik berdarah blasteran Indonesia-Polandia ini tengah dirundung masalah. Kali ini melalui unggahan akun instagram miliknya, Tamara murka lantaran sang ayah yang telah meninggal 19 tahun silam masih dibilang mempunyai hutang.

Papanya, Zbigniew Bleszynski, disebutnya disuruh untuk berhutang. Ia juga menegaskan bila ayahnya yang sudah tiada tidak memiliki hutang pada siapapun.

“Zbigniew Bleszynski Tidak berhutang kepada siapa pun, dan TIDAK akan berhutang pada siapapun. Datang katanya mau bersilahturahmi, tapi ujung2nya bawa berkas surat2 paksaan utk berhutang. Besok2 datang bawa Pecel aja Sam i am, biar lebih berguna utk kita2 yg laper,” tulisnya.

Tamara mengungkapkan kekesalan dan menyebut seseorang yang tamak. Bahkan akibat ketamakannya sampai berbuat segala cara demi memuaskan diri .sendiri. Entah siapa yang dimaksud Tamara pada postingannya. Namun tampaknya ia merasa kesal dengan kejadian yang menimpanya.

“Tidak akan ada puasnya org2 yg tamak. Mata hatinya sdh dibutakan oleh sifat tamak. Semua cara dilakukan, selama belasan tahun, segala alasan digunakan utk memuaskan sifat tamaknya. Tapi tamak, tidak pernah puas. Tidak peduli kalau caranya sdh menyakiti byk org. Begitu kejam dan bahayanya sifat Tamak. Mudah2an kita dijauhi dari sifat Tamak. Doaku setiap hari,” paparnya melanjutkan.

Tamara Bleszynski sendiri saat ini harus tinggal bersama anak keduanya, Kenzou di Bali. Tamara kini jadi single parent setelah dua kali mengalami perceraian.

Bahkan saat tinggal di Bali beberapa waktu lalu dirinya sempat mengalami gangguan dari gerombolan orang tidak dikenal yang menutup pintu masuk rumahnya. Sehingga membuatnya resah. Namun kejadian tersebut akhirnya mendapat perhatian piha terkait di Bali dan telah teratasi.