Kisah Viral Dokter Handoko, Semangat Kerja Hingga Jam 3 Pagi Meski Berusia 80 Tahun, Kini Jatuh Sakit!

via tribunstyle.com

Serumpi.com – Di tengah kepanikan masyarakat akan covid-19, muncul kisah heroik dari dunia medis. Bagaimana tidak, salah seorang dokter yang memperjuangkan kesembuhan pasien yang terpapar covid-19 merupakan seorang dokter berusia sepuh. Bahkan, sang dokter juga ikut bekerja lembur dengan suka hati meski harus mempertaruhkan nyawanya.

Dokter yang kini tegah ramai dibicarakan tersebut adalah dr. Handoko. Ia merupakan dokter spesialis paru yang usianya kini hampir 80 tahun. Di usia yang harusnya beristirahat, dr. Handoko bekerja tanpa lelah hingga pukul 3 pagi di RD Grha Kedoya. Setelahnya, ia juga masih terus memonitoring kesehatan pasien.

Baca Juga : Mengenang Kembali Wabah PES, Penyakit yang Serang Indonesia Selama 15 Tahun

Keluarga dr. Handoko sebenarnya sudah melarang agar dr. Handoko tidak ikut ambil bagian dalam kasus penanganan corona. Keluarga khawatir dengan kondisi dr. Handoko. Namun, sang dokter justru mengatakan jika dirinya akan berjuang hingga akhir dan tak masalah jika dirinya meninggal.

via timesindonesia.co.id

Dokter Handoko sendiri merupakan lulusan Universitas Indonesia. Ia merupakan salah seorang dokter senior di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC). Setiap harinya ia fokus pada pemberian layanan seputar paru, seperti Biopsi Paru, tes Fungsi Paru, Bronkoskopi, Pengobatan TBC, Konsultasi Paru dan Pernapasan.

Saat ini, dr Handoko dikabarkan sakit. Namun, kondisinya sudah stabil dan masih dalam perawatan di RS Persahabatan. Alhasil, netizen menjulukinya sebagai pahlawan di tengah kasus corona. Bukan hanya itu, netizen juga ramai-ramai mendoakan agar dr. Handoko diberi kekuatan, ksehatan, dan panjang umur.

Agaknya, kisah dr. Handoko ini menjadi pelajaran bagi kaum muda. Jika dokter yang berusia sepuh masih berjuang melawan corona, bagaimana dengan kamu yang lebih muda? Jika kamu tidak bisa menyumbang apapun, setidaknya jangan menambah beban. Berusahalah menjaga diri sendiri, termasuk juga beristirahat di rumah sementara waktu agar para dokter memiliki waktu lebih banyak untuk menyembuhkan pasien yang terlanjur terinfeksi karena jika semua orang tertib tinggal di rumah (tidak keluar tanpa alasan penting), jumah kasus corona bisa diminimalisir yang artinya penambahan pasien positif corona juga akan menurun.