Suami Jadi Korban Tsunami Banten, Istri Artis Ini Curhat Jalani Tugas Sebagai Ibu dan Dokter dari Pasien Corona

via tribunnews.com

Serumpi.com – Saat ini, di tengah pandemic virus Corona dokter dan perawat menjadi pahlawan yang ada di garda terdepan untuk membantu para pasien yang dinyatakan positif, PDP, maupun OPD. Namun, bagi masyarakat yang lain, pemerintah dan medis menganjurkan untuk social distancing dan work from home.

Namun kenyataannya, masih ada banyak sekali masyarakat yang tidak sadar diri akan keadaan saat ini. Masih saja keluar dengan tujuan bermain, nongkrong, atau justru liburan. Mereka tidak menyadari para medis yang menangani pasien Corona harus berjuang yang bisa saja berpotensi tertular.

Sementara itu, mereka juga memiliki keluarga. Ada anak, suami atau istri, orang tua, hingga anggota keluarga lain di rumah. Mereka berjuang merawat setiap pasien dalam pengawasan hingga positif Corona. Salah satunya juga yang dilakukan oleh seorang dokter di Yogyakarta.

Ia adalah Cindri Wahyuni. Cindri merupakan seorang ibu sekaligus ayah bagi dua putrinya yang masih kecil. Dokter cantik ini merupakan single mom yang telah ditinggal pergi suami selamanya. Cindri bukan orang asing di telinga masyarakat. Pasalnya ia adalah istri dari personil band Seventeen, Muhammad Awal Purbani atau karib disapa Bani Seventeen.

via brilio.net

Suaminya telah meninggal pada Desember 2018 lalu di Tanjung Lesung, Banten saat terjadi tsunami. Bani Seventeen meninggal bersama rekan satu band lainnya. Saat ini Cindri menjadi janda setelah kepergian suami. Dirinya harus berjuang sendiri. Ditambah lagi kini dirinya dihadapkan pada tugas mulia sebagai dokter menangani pasien terinfeksi Corona.

Cindri menulis unggahan mengharukan terkait keadaannya yang khawatir akan dua putrinya di rumah. Sementara ia bekerja di rumah sakit. Dia juga menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga diri dan orang lain dengan tidak keluyuran, tetap tinggal di rumah.

Tampak pada unggahannya, ia menggunakan Alat Pengaman Diri (APD) lengkap. Ia menuliskan curhatan terkait siapa yang menjaga putrinya yang masih anak-anak saat dirinya harus bertugas di rumah sakit dan memiliki potensi tertular Covid-19.

“Aku single mom dari 2 putri yg sehat, cantik dan lincah, sebagai dokter di garda terdepan, tiap hari menerima ODP dan PDP dari wabah covid 19, sedih rasanya jika aku nanti sakit tertular virus yg jahat ini, karna banyaknya orang yg tidak bertanggung jawab masih berkeliaran di luar sana tanpa kepentingan, anak2 ku gimana? Siapa yg akan mengurus mereka jika aku tertular? Dimana hari nurani kalian?” tulis Cindri pada unggahannya.

Ia menuliskan kelakuan masyarakat Indonesia yang seolah tidak peduli akan bahayanya virus Corona dan tidak mengindahkan imbauan pemerintah.

“Jakarta diliburkan bukannya pada diem di rumah, ini malah berbondong2 pada mudik ke kampung halaman, jalan2 ke Mol, krn mol disini pada sepi, dgn bangganya berfoto asik di tempat2 wisata lainnya, tolonglah kalian itu manusia yg seharusnya punya hati nurani,” lanjutnya.

Dirinya mengingatkan untuk semua orang tetap berada di rumah. Meskipun anak muda memiliki imun kuat, tetapi bisa saja positif Corona dan menyebarkannya kepada orang terdekat yang rentan seperti orang tua yang memiliki imun kurang baik.

“Iya kamu masih muda sehat kebal dengan virus itu, tp kamu berpotensi menularkan kepada orang tua mu, nenek kakek mu, orang2 yg imun nya jelek, please DI RUMAH SAJA,” tulisnya.