Jadi Perbincangan Dunia, Desainer Indonesia ini Buat Tas dari Tulang Punggung Manusia, Lihat Bentuknya!

via twitter.com

Serumpi.com – Seorang desainer asal Indonesia, Arnold Putra menjadi pusat perhatian karena memproduksi sebuah tas yang tak biasa. Tas tersebut menimbulkan kontroversi karena terbuat dari tulang punggung manusia sungguhan. Bukan hanya itu, tas tersebut juga dikombinasikan dengan kulit lidah dari buaya sehingga makin terlihat unik, namun juga makin kontroversial.

Tas yang didesain khusus tersebut hanya dibuat satu unit karena memang bahannya yang sulit didapat. Harga tas tersebut juga tak main-main. Satu unit tas tangan tersebut dibandrol 71 juta rupiah. Lantas, seperti apa penampakan tasnya?

via linetoday

Melihat tas yang terbuat dari tulang manusia tersebut tentu kamu akan berpikir, darimana tulang tersebut didapat? Merasa penasaran, banyak netizen yang menanyakannya pada situs online yang digunakan Arnold untuk menjual karyanya. Karena banyaknya pertanyaan yang datang padanya, Arnold pun memberikan jawaban melalui Instagram. Ia mengatakan jika tulang belakang manusia tersebut ia dapatkan dari salah satu suku yang dikunjunginya.

Baca Juga : 4 Benda Berharga yang Dimiliki Keluarga Anang Hermansyah, Ada Cincin Dari Bung Karno

Arnold memang kerap mengunjungi suku di berbagai negara dan berpose bersama mereka. Dalam setiap fotonya, Arnold selalu nampak menonjol karena menggunakan barang-barang branded di tengah anggota suku yang mengenakan pakaian adat.

Fakta lain yang mengejutkan dari Arnold adalah statusnya sebagai lelaki yang lahir dan besar di Indonesia. Ia mulai menjadi desainer fashion yang unik sejak masuk ke bangku kuliah. Namun, kini ia mengklaim sudah tinggal di Amerika.

via linetoday

Tas tulang manusia bukanlah satu-satunya karya Arnold yang menggemparkan. Sebelumnya, ia pernah membuat 10 unit jaket dari bahan kulit domba asli dengan desain yang bisa membentuk tubuh seperti berotot kekar. Ia juga menawarkan tambahan tulang rusuk manusia asli yang bisa dipasangkan pada jaket dengan biaya tambahan 8 juta rupiah.