Cuma 2 Artis Tersohor Ini yang Mampu Bayar Mahal Hotman Paris, Tak Ada Lagi Nama Ketiga

via wartaekonomi.co.id

Serumpi.com – Hotman Paris adalah salah satu pengacara selebritis ternama. Sudah banyak sekali kasus artis yang ditanganinya. Bahkan selain jadi pengacara, pria yang sering tampil kenakan banyak cincin ini juga merangkap sebagai presenter acara di TV.

Tak heran bila kekayaannya begitu melimpah. Pasalnya banyak klien yang mempercayakan kasus mereka kepada sang pengacara ini. Apalagi kliennya sudah pasti orang-orang dari kalangan berduit, entah pebisnis, konglomerat, ataupun artis. Pastinya menggunakan jasa pengacara kondang seperti Hotman Paris juga tidak bisa dikatakan murah.

Baca juga : Akhirnya Go Public, Begini Potret Kedekatan Anwar Sanjaya dan Ayya Renita yang Tak Tersorot Selama Ini

Namun fakta mengejutkan dilontarkan oleh pengacara kondang ini saat membahas tarif jasanya. Menurut pengakuannya saat hadir menjadi bintang tamu acara di channel YouTube Medcom, pengacara tersebut mengungkap hanya dua artis saja yang mampu membayar mahal jasanya.

via kumparan.com

Hal ini terungkap ketika sang host acara, Yohana Margaretha menanyakan perihal siapa saja artis yang membayar mahal dirinya.

“Bang Hotman, siapa artis yang paling berani bayar mahal?” tanya Yohana Margaretha.

Hotman Paris menyebutkan bahwa Inul adalah artis pertama yang berani bayar mahal. Bahkan pedangdut tersebut disebutnya royal dan jasanya kerap digunakan oleh Inul. Sementara artis berikutnya adalah Syahrini.

“Yang berani bayar mahal adalah Inul. Waktu itu kasus karaoke sudah lama itu. Tapi sering dia saya pegang. Yang paling royal itu adalah Inul, yang nomor dua adalah Syahrini,” jawab ayah 3 anak itu.

Bahkan menurut penuturan pria berusia 60 tahun tersebut, tak ada lagi artis lain selanjutnya yang bisa membayarnya mahal. Menurutnya, artis lain membayarnya terlalu murah. Bahkan ia mengungkap ada yang dibantu secara gratis.

“Nomor 3 nggak ada, yang lain gratis karena terlalu murah. Banyak artis memakai saya untuk malah dia populer, agar kasusnya populer,” imbuhnya.